Mahfud MD Minta Pengemudi Barakuda Brimob yang Tabrak Driver Ojol hingga Meninggal Dikasihani

Mahfud MD meminta empati untuk Brimob yang menabrak driver ojol Affan Kurniawan hingga tewas, menyoroti tekanan yang dihadapi aparat dan korupsi pejabat.
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD di YouTube Abraham Samad Speak Up yang dikutip Senin (7/10/2024).
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD di YouTube Abraham Samad Speak Up yang dikutip Senin (7/10/2024).

Bisnis.com, JAKARTA - Mahfud MD mengatakan jika driver barakuda atau pengemudi mobil rantis yang tabrak driver ojol Affan Kurniawan juga perlu dikasihani.

Sebagai informasi, rakyat dibuat marah dan kecewa atas aksi driver mobil rantis brimob yang melindas driver ojol Affan Kurniawan.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Affan Kurniawan, driver ojol Gojek sedang berdiri jalan sekitar Pejompongan.

Kemudian mobil rantis Brimob dengan sengaja melaju kencang dan menabrak Affan hingga tewas.

Rekan sejawat Affan sempat membawanya ke RSCM, tetapi nasib berkata lain.

Affan pun menghembuskan napas terakhirnya di RSCM usai dilindas oleh anggota mobil rantis barakuda Brimob. Perusahaan Goto merespon ini dan akan memberikan santunan kepada keluarga korban.

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan mengusut tuntas dan transparan, namun kolom komentar unggahannya tetap diserbu kritik dan kekecewaan.

Di sisi lain, Mahfud MD juga memosting di Instagram pribadinya pada Jumat 29 Agustus 2025.

Pada postingan tersebut, Mahfud MD berharap jika driver mengendarai barakuda dan tabrak pendemo juga perlu dikasihani.

"Personel aparat berbarakuda di lapangan yang kemudian menabrak pendemo juga harus dikasihani. Mereka itu mungkin panik karena terjepit. Jika tidak tegas disalahkan oleh atasan, tetapi jika terlalu tegas berhadapan dengan massa," tulis Mahfud MD.

Ia juga menyampaikan bahwa baik aparat atau rakyat sudah dibenturkan oleh para pejabat korup.

"Yang salah adalah pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi yang serakahnomics. Itu biang utamanya. Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya," lanjutnya.

"Kendorkan saraf, kencangkan urat, sehatkan badan. Setegang dan secemas apa pun membaca situasi jangan lupa berolahraga. Akal yang sehat ada di tubuh yang sehat," ia menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Plus logo

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro