Bisnis.com, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyoroti kasus kematian seorang driver ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Dia mengkritik pemerintah dan DPR yang tidak mampu memberikan solusi kepada demonstran sehingga aksi unjuk rasa berujung kericuhan.
"Kita [Pemerintah dan DPR] tidak mau menerima mereka. Atau memang kita takut. Pemerintah dan DPR takut tidak bisa menyelesaikan permintaan mereka [demonstran]," ujar Ahok dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (29/8/2025).
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini justru mencurigai pemerintah dan DPR memang enggan memberikan solusi atas keresahan para demonstran.
"Kenapa kita [DPR] tidak pernah mau cari solusi? Kita kelihatan tidak mau mengubah, tidak mau memperbaiki," ujar Ahok.
Adapun, berdasarkan pantauan terkini Bisnis di lokasi demonstrasi, tampak api besar berkobar di Jl Gatot Subroto, depan Kompleks Parlemen MPR/DPR di Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) malam.
Baca Juga
Sejumlah massa aksi demonstrasi membakar sejumlah water barrier atau pembatas jalan plastik besar di depan Gerbang 46C yang berada di antara Kompleks DPR/MPR dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup.
Api besar menyala terang sekitar pukul 19.10 WIB. Sejumlah anggota Brimob Polri dan TNI AD yang berjaga langsung bersiaga.
Sementara itu di lokasi demonstrasi lainnya yakni sekitar markas Polda Metro Jaya, pasukan Brimob terlihat menambah personel untuk menahan gempuran massa aksi.
Memang, aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025) kemarin memakan korban jiwa yaitu driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Barakuda milik Brimob.
Gugurnya Affan memantik emosi masyarakat luas. Aksi demonstrasi pun berlangsung di sejumlah titik di Jakarta dan berbagai daerah lain di Indonesia, salah satunya di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen Senayan ini.