Bisnis.com, JAKARTA - Massa aksi di Solo yang turun ke jalan untuk menyerukan tuntutan terhadap kematian pengendara ojek online (ojol) Affan Kurniawan berubah menjadi anarkis.
Pada mulanya, massa menggelar aksi solidaritas di depan Polresta Surakarta dan Mako Brimob pada Jumat (29/8) siang.
Kericuhan kemudian terjadi setelah polisi menekan massa untuk bubar dengan menembakkan gas air mata
Massa akhirnya berpindah ke sekitar Gladak hingga berlangsung di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga malam hari.
Melansir dari video yang diunggah oleh akun Instagram @petasolo, kebrutalan pun terjadi di mana massa aksi mulai membakar ban dan water barrier. Mereka juga mulai merusak pot dan sejumlah fasilitas umum.
"Bakar, bakar" teriak massa aksi yang sudah mulai membabi buta di jalanan.
Baca Juga
Belum selesai aksi di sepanjang Slamet Riyadi, massa aksi berpindah haluan ke Gedung DPRD Solo. Massa yang marah mulai melempari dengan batu dan petasan.
Polisi mencoba menghalau massa aksi dengan menembakkan gas air mata. Namun tak berselang lama, massa akhirnya berhasil membobol keamanan.
Gedung DPRD Solo pun dilempari petasan dan dibakar. Api mulanya terlihat di gerbang dan pos penjagaan.
Namun ternyata, massa ikut membakar Gedung Setwan di sisi timur DPRD pada Sabtu (30/8) dini hari. Massa pun sempat menghalangi petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk masuk ke lokasi.
Alhasil, api baru berhasil dipadamkan pada subuh tadi. Adapun Gedung Setwan merupakan gedung yang biasa dipakai oleh Seketaris Dewan dan Kabag Rumah Tangga.
Kemudian gedung utama DPRD Solo selamat dari amukan massa, namun masih meninggalkan jejak lemparan batu dan petasan.